Beranda ACEH Tips Mengedukasi Anak Bahaya COVID-19

Tips Mengedukasi Anak Bahaya COVID-19

0

Sabang – Maraknya pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) Sakti Peksos PA Kota Sabang berbagi tips cara mengedukasi anak terhadap bahaya coronavirus oleh orang tua. Dikarenakan anak-anak rentan menjadi cemas dalam situasi seperti ini.

Anak-anak kesulitan memahami apa yang mereka lihat di televisi, media online atau dari orang lain yang membuat mereka sangat rentan merasa cemas. Maka berdiskusilah kepada anak secara transparan, penuh keterbukaan, mudah di pahami, sehingga anak akan berpikiran positif.

Pertama, cari tahu seberapa banyak anak memiliki pemahaman tentang topik ini, upayakan memiliki pemahaman yang akurat dan terbaharui (Up to date) Anda tidak perlu membahas terlalu panjang, anda hanya perlu mengingatkan mereka tentang kebiasaan menjaga kebersihan tanpa perlu menimbulkan ketakutan baru.

Jika mereka masih kecil dan belum pernah mendengar tentang coronavirus, intrusikan anak berada di lingkungan aman yang memungkinkan anak anda berbicara dengan bebas.

Menggambar, membacakan cerita dan aktivitas lainnya dapat membantu membuka percakapan. Anda timbulkan perhatian penuh kepada anak agar nyaman dalam menjelaskan kepadanya.

Kedua, menjelaskan secara jujur yang sesuai fakta yang ramah anak. Mereka memiliki hak atas informasi yang sedang terjadi, tetapi orang tua harus ada tanggung jawab dalam menjaga rasa aman anak dari rasa membuat kegelisahan anak.

Kesesuain bahasa dengan usia perlu diperhatikan, reaksi anak dan kepekaan terhadap tingkat kecemasan mereka.

Ketiga, membuat anak merasa tenang dan aman dengan Anda, agar dapat membantu anak-anak mengatasi stres dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi mereka untuk bermain dan bersantai, mengajak anak dalam belajar pelajaran yang dipelajari disekolah.

Berikan kesejahteraan psikososial termasuk melakukan kegiatan bermain dan rekreasional secara intensif selama masa pembatasan kepergian yang berada di rumah saja.

Pertahankan rutinitas dan jadwal rutin sebanyak mungkin, terutama sebelum tidur.

Keempat, memberikan petunjuk cara melindungi diri dari lingkungannya, salah satu cara terbaik adalah menjaga kesehatan dan jalani gaya hidup sehat terapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk anak agar terhindar dari penyakit lain cukup dengan mengingatkan mereka tentang pentingnya rutin cuci tangan dengan sabun, berikan menu makanan yang bergizi seimbang untuk menjaga imunitas anak agar sehat seperti sayur-mayur dan buah-buahan, serta istirahat yang cukup. mengedukasi dengan menyanyi sambil edukasikan kepada anak yang menjadi menyenangkan.

Berikan petunjuk bagaimana cara etika batuk dan bersin yang sudah anjurkan seperti menutupi batuk, bersin dengan siku mereka, memberi tahu kepada anak jika mereka mulai merasakan demam, batuk atau mengalami kesulitan bernafas, serta menjelaskan bahwa cara terbaik adalah tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang memiliki gejala-gejala tersebut.

Kelima, berbagi cerita yang inspiratif bagi anak, ceritakan dapat mengetahui orang-orang saling membantu satu sama lain ,memberikan tindakan kebaikan dan murah hati kepada orang lain.

bagikan kisah orang bekerja untuk menghentikan rantai wabah covid dan masyarakat tetap aman, bagikan kisah terharu melihat perjuangan tim medis dan ilmuan untuk bekerja sepenuh jiwa membantu masyarakat yang mengalami mengatasi situasi seperti ini. Dalam bercerita buat anak menjadi suasana tenang dan nyaman.

Keenam, periksa kondisi anak apabila mengalami kesehatannya atau menyebarkan stigma, yang dapat menimbulkan diskriminasi rasial yang banyak terjadi. penting untuk memeriksa apakah anak anak tidak mengalami untuk menjaga rasa aman terhadap bullying.

Ingatkan anak-anak Anda bahwa semua orang harus merasa aman di lingkungannya. Bullying akan selalu jadi tindakan yang salah dan tiap orang harus mengambil bagian dalam menyebarkan kebaikan dan saling mendukung.

Ketujuh, menjaga diri anak, orang tua wajib membantu anak-anak nya dengan lebih baik jika orang tua juga mengatasi kegelisahan yang dimilikinya.

Anak-anak akan mencontoh cara menanggapi berita-berita yang ada, maka dari itu anak akan merasa terbantu jika orang tua juga memperlihatkan sikap tenang dan terkendali.

Kedelapan, orang tua menutup percakapan dengan anak harus dalam keadaan tenang, saat percakapan selesai cobalah mengukur tingkat kecemasan anakmemeperhatikan bahasa tubuh anak.

Ingatkan kepada anak-anak Anda bahwa mereka dapat melakukan percakapan apapun dengan anda kapan saja. Ceritakan padanya bahwa anda pernah panik dan khawatir tapi mengatasi dengan tenang.

Bagi orang tua berikan pelindungan terbaik untuk perkembangan anak, pelihara kedekatan anak dengan orang tua yang terutama kuatkan hubungan keluarga atau orang terdekatnya dengan sumber dukungan sosial dan emosional anak.(**)

Raihan Agustin
Sakti Peksos PA Kota Sabang
(Satuan Bakti Pekerja Sosial Pedamping Anak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here