Beranda Opini MUBES UIN AR-RANIRY ARAH MAU KEMANA ?

MUBES UIN AR-RANIRY ARAH MAU KEMANA ?

0
ilustrasi

Narasiaceh.com | Pada hakikatnya Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa ( SEMA) adalah dua lembaga kemahasiswan yang sangat sakral, karena dua lembaga ini di lantik langsung oleh Rektor kampus (UIN Ar-Raniry). Secara fungsional, DEMA dan SEMA berkewajiban untuk menampung aspirasi dan mengucapkan pikiran seluruh mahasiswa dan mahasiswi Uin Ar-Raniry. Kedaulatan dan kekuasaan Dema dan Sema pada sejatinya ialah pusat dari birokasi dan demokrasi kampus. Maka dalam hal ini menjadi suatu kewajiban bagi setiap mahasiswa untuk mendukung, baik dalam bentuk berpartisipasi, apresiasi bahkan mengkritisi seluruh program-program maupun kebijakan DEMA dan SEMA.
Sebagai seorang mahasiswa sudah saatnya mengenal dan belajar politik, dimulai dari politik kampus. Artinya, estafet kepemimpinan ini akan silih berganti sesuai zaman dan generasi. Menjadi seorang pemimpin ialah proses dalam menciptakan karakter dan ia harus mampu merangkul, menjadi “Khalifah “ baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Tidak hanya sampai disitu, seorang pemimpin pun wajib memiliki integritas dan kredibiltas . Menjunjung tinggi rasa keadilan dan kesejahteraan terhadap yang dipimpinnya. Inilah beberapa hal yang harus ada dalam diri seorang pemimpin,.tidak terkecuali ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa.

Pemilihan seorang ketua SEMA dan DEMA menjadi start awal dalam proses kepemimpinan. Ini juga berarti proses pemilihan yang baik dan efektif akan berdampak lahirnya pemimpin yang progresif. Pemilihan Ketua SEMA dan DEMA yang telah disepakati, dilaksananakan secara Musyarawah Besar (Mubes). Tata cara laksana Mubes secara baik dan benar juga mesti diperhatikan dan diawasi secara seksama.

Dalam menjalankan Mubes harusnya ada keterbukaan informasi dan transparansi publik. Karena di dalam undang-undang Nomor 14 tahun 2008 telah diatur tentang keterbukaan informasi publik. Dan ini menjadi hal yang harus dimengerti dan dipahami oleh setiap individu (mahasiswa). Pendidikan politik kampus terhadap mahasiswa adalah salah satu tugas dari DEMA dan SEMA. Mubes bisa menjadi momentum terbaik dalam menjalankan proses pendidikan politik kampus bagi mahasiswa. Karena dengan bermusyarawah, akan menghasilkan seorang pemimpin yang disepakati oleh seluruh elemen-elemen elite mahasiswa yang mewakili suara-suara mahasiswa awam (kebanyakan).

Dengan proses bermusyarawah tentunya tidak hanya satu pendapat saja yang akan keluar, tapi ada nuansa perbedaan pendapat dari lawan bicara. Sehingga perdebatan yang sesuai dengan etika-etika berdebat juga dituntut dalam musyarawah tanpa menghilangkan rasa mengarhargai dan menghormati lawan bicara.

Dalam bermusyarawah pun secara prinsip, tidak ada kegiatan voting-memvoting. Letak legalitas itu ada pada seorang ketua sidang yang bertanggung jawab selama proses musyarawah itu berlangsung. Jangan sampai ketua sidang terlalu arogan dan memiliki kesan sebagai penguasa mutlak dalam sidang, sehingga menghilangkan etika bermusyawarah. Karena hak tersebut akan memaksa pelaksanaa voting secara prematur. Maka cancer (penyakit) yang harus segara disadari dan diobati juga menjadi bahan refleksi diri seorang ketua sidang. Jangan sampai ada rasa pemira (pemilahan raya) dalam Mubes (isi dan lebel acara) menjadi deadlock sehingga mengakibatkan “Banting stir” akibat kegagalan dalam menghasilkan keputusan.

Agama islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Maka dalam islam selalu di ajarkan nilai-nilai kehidupan baik secara berpolitik dan sebagainya. Nabi Muhammad saw bersabda kepada Abu Bakar dan Umar yang artinya “Jika kalian berdua sepakat dalam satu hasil pemufakatan (musyawarah ), Maka aku tidak akan berentangan dengan kalian berdua.“ ( H.R Ahmad). Ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw sebagai suri tauladan kita menganjurkan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu perkara atau pengambilan keputusan . bukan hanya hadits. Di dalam Al- Quran pun Allah Swt Berfirman yang berarti “Dan (bagi) orang-orang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (dipustuskan) dengan musyawarah antara mereka.” (QS. As-syura : 42:38). Maka seorang Muslim sejatinya ia harus berpedoman pada agama yang di anutnya (Islam).

Al Mawardi (Tokoh Politik Islam) ia berpendapat bahwa “ Dalam suatu pemilihan seorang calon pemimpin harus mampu memenuhi dua unsur utama yaitu wewenang dan Hak“. Sedangkan Al Farabi ia menyebutkan bahwa syarat dan ketententuan seorang pemimpin harus mencakup persyaratan yang terdiri dari sempurna fisik,ideologi (pemikiran), memiliki integritas, cerdas, tidak tamak, cinta akan kebenaran (jujur) dan menolak kedustaan. Cinta akan keadilan, kuat pendirian dan tidak terikat dengan materialis.“ Maka kompentensi seorang calon ketua DEMA dan SEMA seharusnya mencakup sebagian besar yang telah dipaparkan oleh kedua tokoh tersebut.
Kriteria-kriteria yang seperti ini, menjadi bahan musyawarah ketika berlangsungnya sidang Musyawarah besar (Mubes). Dengan adanya hal-hal seperti ini akan menjadi bahan perdebatan yang tajam untuk menentukan calon yang paling pantas untuk menjadi ketua DEMA atau SEMA nantinya. Maka dengan adanya hal-hal seperti ini sidang Mubes tidak akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti “ Dealocknya sidang”. Kevakuman dalam Mubes dapat menjadi awal daripada terjadinya kontradiktif sehingga nantinya jalannya sidang akan banting stir (berlangsung secara voting).

Penulis menumbuhkan harapan dan saran dalam menjalankan Musyawarah ini. Sebelumnya penulis ingin mengucapkan “Selamat dan sukses atas terselenggarakan Musyawarah besar Pemilihan ketua DEMA dan SEMA UIN Ar-Raniry”. Seharusnya Musyawarah besar ini dilaksanakan secara terbuka tanpa di batasi dan menurut hemat penulis Musyawarah besar ini dilaksanakan ketika aktif kuliah sehingga seluruh elemen mahasiswa ikut menjadi saksi dalam pemilihan ketua Sema dan Dema UIN. Semoga Tuhan yang Maha Esa memberkahi kegiatan ini dan pemimpin siap memimpin dan rakyat pun harus siap dipimpin.
Hak dan wewenang seorang leader (oemimpin) dalam memimpin harus menjadi lebih baik dan semoga kedepan demokrasi di kampus Uin Ar-Raniry tercinta berjalan secara adil,sejahtera dan penuh dengan persatuan dan kesatuan. Dan semoga segala program pemimpin Yang akan terpilih nantinya mampu terlaksana dan terwujud. Jangan hanya sekedar lebel akan tetapi tidak menebar manfaat. Sesungguhnya kesalahan dalam menulis lebih penulis takuti daripada amunisi tentara. Mari menyongsong masa depan dan menjadikan segala i’tibar menjadi hikmah dalam kehidupan ini. Terima kasih penulis ucapkan dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here