Beranda Singkil Potret Kemiskinan, Kasus Jalan 21 M Aceh Singkil Senyap, Pemerintah Lelet...

Potret Kemiskinan, Kasus Jalan 21 M Aceh Singkil Senyap, Pemerintah Lelet Mahasiswa Nyatakan Sikap!!

0
Potret Salah Satu Rumah Warga Teluk Rumbia Kecamatan Singkil, Aceh Singkil (11/02)

Narasiaceh.com | Singkil,- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh dan Aceh Besar periode 2019-2020 samapaikan ada proyek siluman senilai 21 M yg mangkrak dan menjadi destinasi wisata di Aceh Singkil. Hal tersebut diungkap Boby saat dihubungi wartawan narasi Aceh via telpon.

Pengakuan Boby pihaknya telah melakukan survey pada 03 February 2020 lalu ke lokasi proyek yang menjadi jalan penghubung antara dua desa (Teluk Rumbia dan Rantau Gedang) menuju ke kecamatan Singkil.

Proyek tersebut telah melalui proses lelang yang dimenangkan oleh PT Peduli Bangsa dengan sumber alokasi dana DAK Penugasan tahun 2018 silam. Namun sampai saat ini proyek tersebut masih dalam kategori mangkrak atau tidak banyak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Boby juga kembali berhrap penuh dengan pemerintah Aceh Singkil dan DPRK Aceh Singkil untuk lebih maksimal melakukan penangan terkait proyek tersebut dikarenakan ketika banjir dan jalan tidak tuntas dua desa tersebut akan menjadi terisolir.

“Jalan sudah kita lihat, banyak tanggul yang berkali-kali roboh dan ditempel. Tanpa dilakukan penelitian semua orang bisa menilai bangunan dan timbunan proyek tersebut pasti tidak sesuai spesifikasi”. Jelas Boby

Terkait proyek tersebut Kajari Aceh Singkil sudah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang sebagai saksi, hingga tim Ahli sudah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap bangunan dan bahan yang digunakan untuk proyek tersebut.

Dari penyampaian Boby pihaknya juga ingin Kajari Aceh Singkil segera untuk menerbitkan hasil pemeriksaan dikarenakan kasus ini terkesan tidak transparan dan tidak ada kejelasan dalam proses penyelidikan.

“Saya berharap dalam waktu dekat seluruh hasil pemeriksaan dan pemanggilan saksi segera ditertibkan, supaya ada kejelasan dalam penanganan proyek ini. Seharusnya kita iba melihat kondisi masyarakat setempat, ini sangat keterlaluan.” Tegas Boby

Terkait kondisi masyarakat setempat Boby menjelaskan bahwa mata pencaharian masyarakat tersebut mayoritas sebagai nelayan sungai dan tukang becak serta keadaan sosial yang masih kategori tertinggal.

“Kehidupan mereka sangat sederhana, hidup seadanya bahkan banyak bangunan rumah yang mereka tempati tidak permanen atau kita kategorikan miskin, apabila memang ini tidak selesai kami mahasiswa Aceh Singkil yang ada di Banda Aceh akan upayakan pemerintahan provinsi untuk terjun melakukan pengecekan” Pungkas Boby

Boby dan rekanan juga akan upayakan terkait kondisi sosial dan proyek 21 M tersebut akan mereka diskusikan dengan jajaran SKPA yang ada di Banda Aceh dan mengupayakan untuk pemerintahan provinsi atau perwakilan melakukan pengecekan secara langsung. (AR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here