Beranda Pemerintahan Forkopmabir Harapkan Pihak Legislatif dan Eksekutif Bireuen Tetap Sinergi

Forkopmabir Harapkan Pihak Legislatif dan Eksekutif Bireuen Tetap Sinergi

0
Foto : Ketua Dewan Presidium Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Bireuen (FORKOPMABIR) DKI Jakarta Agussalim Panggilan Akrabnya Agsal Rabu (26/02/2020)

Narasiaceh.com | Jakarta,- Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Bireuen (FORKOPMABIR) DKI Jakarta menyayangkan atas terjadinya dugaan percikan sikap saling tuding antara pihak Eksekutif dan Anggota Legislatif Kabupaten Bireuen baru-baru ini, yang terkesan agak tendisius saling lempar bola panas terkait klaim tudingan dugaan kalau salah satu pihak telah menciptakan kegaduhan terhadap berbagai permasalahan daerah yang belum mencapai target maksimal ditengah kondisi daerah yang masih berduka.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Dewan Presidium Forkopmabir, Agussalim atau yang akrab disapa Agsal kepada media, Rabu (26/02/2020).

Ia mengatakan, sikap yang dipertontonkan tersebut tak berguna dan malah akan semakin memperkeruh suasana kegaduhan publik.

“Reaksi semacam ini akan menimbulkan efek yang tidak baik dimata publik dengan mempertontonkan sikap dugaan saling menyalahkan dan mencurigai tidak akan menyelesaikan masalah, Justru dengan saling bersinergi akan menjadi lebih baik kedepannya. Apalagi kali ini Bireuen masuk dalam kategori Rapor Merah Tingkat pelayanan publik berdasarkan rilis hasil survei Ombudsman RI, harusnya ini menjadi tamparan bagi Legislatif dan eksekutif untuk lebih bersinergi”, Tutur Agsal.

Kemudian, ia juga menyinggung terkait kondisi masyarakat Bireuen yang masih sedang berduka karena baru saja ditinggal pergi sang Bupati Bireuen, Alm. Bpk. H. Saifannur, S.Sos., beberapa waktu lalu yang meninggal dunia dikarenakan beliau sakit, pihaknya yakin semua masyarakat juga paham dan merasa kehilangan Beliau. Namun kita sebagai rakyat juga tak mau kalau hanya karena ada kesalahpahaman maksud dalam penyampaian dari pihak eksekutif saat ini dalam beberapa pernyataan dipublik yang menuai kritikan dari anggota legislatif nantinya akan berdampak terhadap jalannya proses pembangunan daerah yang lebih baik kedepannya.

“kami masih yakin kalau pak Plt. Bupati Bireuen tidak bermaksud demikian dalam pernyataan beliau saat acara musrembang di kota juang tersebut, dan Pihak Anggota Legislatif juga jangan langsung menanggapi secara tendensius, mungkin hal-hal teknis semacam itu bisa dibicarakan dengan baik-baik diinternal pemerintahan. Tak perlu juga untuk terlalu dipertontonkan ke ruang publik yang akhirnya akan memunculkan spekulasi beragam jenis dari khalayak ramai dan berujung dampak terhadap citra nama baik Daerah. Kalaupun Beliau dianggap salah, akan lebih indah jika seharusnya ditegur dengan cara-cara yang lebih arif atau bijaksana, sebab masih banyak PR-PR lain yang lebih mendesak mestinya diseriusi dan diutamakan sekarang ini”, Imbuhnya.

Selanjutnya, ia menegaskan yang dibutuhkan daerah hari ini adalah progres kinerja dalam pemerintahan dari setiap kebijakan yang ada untuk menghadirkan solusi bagi segala problem daerah yang belum tercapai. Seperti peningkatan pelayanan publik, peningkatan pencegahan dan penurunan stunting, penanganan persoalan tenaga kontrak RSU Bireuen yang sempat bermasalah dan beberapa persoalan lainnya yang menjadi Rekomendasi dan masukan dari BPK RI untuk dapat diperbaiki seperti yang disampaikan pada rapat paripurna DPRK dalam rancangan qanun pengesahan LKPJ Bupati Kabupaten Bireuen tahun lalu.

“Kita akui dan hargai dalam setiap sistem Demokrasi, proses dinamika politik itu mesti ada demi jalannya roda pemerintahan yang lebih baik. Namun, sangat disayangkan jika dinamika yang hadir justru terkesan kenak-kanakan hanya karena unsur dugaan kesalahpahaman maksud antara pihak eksekutif dan Anggota legislatif. Maka yang seharusnya perlu diingat, tugas utama penyelenggara pemerintahan itu untuk melayani Rakyat, bukan malah mempertontonkan dugaan aksi kehebohan dalam mencari kambing hitam dengan tarik ulur kepentingan sehingga menciptakan kegaduhan yang akhirnya malah terabaikan kepentingan Rakyat”, Ujar Agsal yang juga mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Paramadina tersebut.

Tak hanya itu, selaku generasi muda Bireuen pihaknya juga masih optimis berharap menunggu gebrakan-gebrakan baru yang akan dilahirkan oleh penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bireuen dengan adanya jalinan sinergitas kinerja baik antara pihak Eksekutif dan Anggota Legislatif seperti slogan Kabupaten Bireuen itu sendiri “gemilang datang padamu bila tekad kukuh berpadu”.

“Mengingat beberapa hari yang lalu Bireuen juga baru dikunjungi oleh Bpk. Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersama beberapa para kabinet Menteri karena menjadi tuan rumah acara khenduri kebangsaan, harus dimaknai sebagai awal dari tantangan kedepannya untuk melahirkan program-program Daerah yang lebih sinergi dengan pemerintah pusat terutama dalam hal peningkatan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 di Era Bonus Demografi”, Tutup Agsal. (ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here